Koranwp.com, Jakarta – Kabar duka menyelimuti tanah air setelah seorang jemaah umrah asal Makassar wafat di Bandara Jeddah usai pesawat delay 2 hari. Kejadian memilukan ini memicu simpati sekaligus kritik tajam terhadap layanan maskapai penerbangan terkait.
Kronologi Kejadian di Bandara Jeddah
Jemaah tersebut seharusnya bertolak kembali ke Indonesia pada awal pekan ini. Namun, pihak maskapai mengumumkan penundaan keberangkatan secara mendadak karena alasan teknis yang kurang jelas. Kondisi fisik korban mulai menurun drastis setelah menunggu di area terminal dalam waktu yang cukup lama.
Petugas medis bandara sempat memberikan pertolongan pertama saat melihat kondisi korban yang melemah. Selain itu, rekan satu rombongan juga berusaha membantu memberikan asupan nutrisi seadanya. Namun, nyawa jemaah tersebut tidak tertolong dan ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Fakta Jemaah Umrah Asal Makassar Wafat di Bandara Jeddah Usai Pesawat Delay 2 Hari
Pihak keluarga kini menuntut penjelasan resmi dari pihak travel dan maskapai yang bertanggung jawab. Berikut adalah beberapa poin utama terkait peristiwa duka yang dialami oleh jemaah tersebut:
- Korban merupakan seorang lansia yang memiliki riwayat kesehatan yang cukup stabil sebelumnya.
- Penundaan jadwal pesawat berlangsung selama 48 jam tanpa kepastian kompensasi penginapan yang layak.
- Kurangnya fasilitas kursi istirahat yang memadai di bandara membuat jemaah mengalami kelelahan ekstrem.
- Tim medis baru tiba di lokasi beberapa saat setelah kondisi korban menjadi sangat kritis.
Penanganan Jenazah dan Hak Keluarga
Pihak KJRI di Jeddah saat ini sedang mengurus seluruh dokumen pemulangan jenazah ke Makassar. Selain itu, mereka akan memastikan keluarga korban mendapatkan hak asuransi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, proses pemulangan ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari karena prosedur administrasi internasional.
Oleh karena itu, asosiasi travel umrah mendesak adanya evaluasi total terhadap layanan transportasi jemaah. Hal ini bertujuan agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan. Sebagai kesimpulan, kasus jemaah umrah asal Makassar wafat di Bandara Jeddah usai pesawat delay 2 hari ini harus menjadi perhatian serius pemerintah
