Koranwp.com, Jakarta – Sebuah unggahan di media sosial mendadak menarik perhatian publik. Viral foto murid SD berlumur lumpur saat berangkat sekolah ini memicu kritik tajam dari masyarakat.

Siswa-siswa tersebut berjuang melewati akses jalan yang rusak parah. Tanah basah membasahi seragam putih merah mereka hingga kotor. Oleh karena itu, warga kini menagih janji pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur desa.

Warga Keluhkan Akses Jalan Desa
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini telah menyulitkan warga selama bertahun-tahun. Namun, pihak dinas terkait belum menunjukkan tindakan nyata di lapangan. Padahal, warga sangat bergantung pada akses ini untuk pendidikan dan ekonomi.

Selain itu, masyarakat menganggap program bantuan lain belum menyentuh kebutuhan utama mereka. Warga merasa perbaikan jalan jauh lebih mendesak daripada program baru lainnya. Berikut adalah beberapa poin utama tuntutan warga:

Pemerintah harus mengeraskan jalan agar tidak licin saat hujan.

Dinas terkait perlu membangun drainase untuk mencegah luapan air.

Pihak desa meminta penerangan jalan demi keamanan anak sekolah.

Negara harus memprioritaskan anggaran bagi infrastruktur di pelosok.

Urgensi Infrastruktur bagi Pendidikan
Munculnya fenomena viral foto murid SD berlumur lumpur ini membuktikan adanya ketimpangan pembangunan. Masyarakat meyakini bahwa akses jalan yang layak merupakan hak dasar setiap warga negara.

Sebagai kesimpulan, pemerintah perlu segera meninjau langsung kondisi di lokasi tersebut. Jika jalan tetap rusak, maka keselamatan anak-anak sekolah akan terus terancam. Oleh karena itu, publik sangat menantikan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *