Koranwp.com, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Kamboja. Ribuan mantan pekerja sindikat penipuan online melapor ke KBRI Phnom Penh dalam kurun waktu yang sangat singkat. Fenomena ini mencatatkan angka laporan yang cukup signifikan sepanjang awal tahun 2026.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mencatat lonjakan drastis pada akhir Januari. Sebanyak 2.277 warga negara Indonesia (WNI) mendatangi kantor kedutaan. Selain itu, mereka mengaku ingin melepaskan diri dari jeratan sindikat ilegal.
Lonjakan Laporan Mantan Pekerja Scam
KBRI Phnom Penh mengonfirmasi bahwa gelombang laporan ini terjadi sejak tanggal 16 hingga 24 Januari 2026. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif dari para pekerja. Namun, proses pendataan ini tetap memerlukan pengawasan ketat dari pihak otoritas.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan kepolisian Kamboja. Langkah tersebut diambil untuk memastikan perlindungan bagi para WNI. Selain itu, upaya ini bertujuan untuk memutus rantai perdagangan orang di wilayah tersebut.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait situasi terkini di Kamboja:
- Jumlah pelapor mencapai 2.277 orang dalam delapan hari.
- Seluruh pelapor merupakan mantan pekerja dari berbagai perusahaan online scam.
- KBRI menyediakan layanan verifikasi dokumen dan perlindungan hukum.
- Pemerintah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran kerja luar negeri.
Upaya Perlindungan Terhadap Ribuan Mantan Pekerja Sindikat Penipuan Online Melapor ke KBRI Phnom Penh
Pihak kementerian terkait menegaskan bahwa keamanan warga negara adalah prioritas utama. Sebagai informasi, mayoritas pekerja tersebut terjebak karena iming-iming gaji besar. Namun, realita di lapangan justru berbanding terbalik dengan janji perusahaan.
Sebagai kesimpulan, proses repatriasi atau pemulangan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini bergantung pada hasil pemeriksaan dokumen oleh pihak KBRI. Oleh karena itu, para WNI diminta untuk tetap tenang selama masa pendataan berlangsung
